Cara Menangkal Serangan Santet Menurut Hukum Fisika

Posted by annas Tuesday, September 20, 2011 0 comments
Santet, teluh, sihir atau apapun namanya adalah energi negatif yang mampu merusak kehidupan seseorang, berupa terkena penyakit, kehancuran rumah tangga hingga sampai kematian.

Berbagai penyelidikan pun telah banyak dilakukan ilmuwan terhadap fenomena santet dan sejenisnya. Tentu metode penelitian para ilmuwan agak berbeda dengan agamawan.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgP_6VW4uNt95KAg4VHvXZg_lZACJSEso0quJjB3lpq9mqWukm29P_jrF5q6tETuhykMq42ccWO830Y6aym2fDqcN37cWsBZhlXEUhHgFqE98s27qZ8RKlVJcGZD0JdLniXDM6jw5Lx1OTy/s320/Sihir+santet.png

Jika para agamawan memakai rujukan dalil-dalil kitab suci (ayat kitabiyah), maka para ilmuwan menggunakan ayat kauniyah (alam semesta) untuk menyelidiki santet ini.

Penyelidikan yang menggunakan ayat kauniyah tentunya harus memiliki metode yang sifatnya ilmiah, mulai dari mencari kasus-kasus santet, tipe-tipe santet, gejala, akibat dan sebagainya.

Lalu kemudian dilakukan berbagai eksperimen untuk penyembuhannya. Salah satu kesimpulan / pendapat yang mengemuka adalah santet itu sebenarnya adalah energi. Kenapa dalam kasus santet bisa masuk paku, kalajengking, penggorengan, dan lainnya, bisa dijelaskan melalui proses materialisasi energi.

Nah, santet dan mahluk halus itu ternyata energi yang bermuatan (-). Bumipun ternyata memiliki muatan (-). Dalam hukum C Coulomb dikatakan bahwa muatan yang senama akan saling tolak menolak dan muatan yang tidak senama justru akan tarik menarik. Rumusnya :

F = K * ((Q1*Q2)/R^2)
F = gaya tarik menarik
K = Konstanta
Q1, Q2 = muatan
R = jarak

Nah karena demit alias mahluk halus dan bumi itu sama-sama bermuatan (-) makanya para demit itu tidaklah menyentuh bumi.

Orang tua jaman dulu juga sering mengingatkan jika bicara dengan orang yang tidak dikenal pada malam hari maka lihatlah apakah kakinya menapak ke bumi atau tidak. Jika tidak, maka ia berarti golongan mahluk halus.

Begitu juga dengan santet yang ternyata bermuatan (-), maka secara fisika bisa ditanggulangi atau ditangkal dengan hukum C Coulomb ini.

Disini kita tidak membahas metode melawan santet dengan zikir karena sudah banyak dibahas tapi kita akan mencoba menawarkan alternatif lainnya yang bisa bersifat “standalone” (untuk non muslim) maupun digabungkan dengan zikir (untuk muslim).



Beberapa Metodenya :

1. Tidurlah di lantai yang langsung menyentuh bumi.


Boleh gunakan alas tidur asal tidak lebih dari 15 Cm. Dengan tidur di lantai maka santet kesulitan masuk karena terhalang muatan (-) dari bumi.


2. Membuat alat elektronik yang mampu memancarkan gelombang bermuatan (-).


Mahluk halus, jin, santet, dll akan menjauh jika terkena getaran alat ini. Tapi kelemahan alat ini tidak mampu mendeteksi mahluk baik dan jahat.

Jadi, alat ini akan “menghajar” mahluk apa saja. Jika ada jin baik dan jin jahat maka keduanya akan “diusir” juga.


3. Menanam pohon atau tanaman yang memiliki muatan (-).



Bagi yang peka spiritual, aura tanaman ini adalah terasa “dingin”. Pohon yang memiliki muatan (-) diantaranya : dadap, pacar air, kelor, bambu kuning dll.

Tanaman sejenis ini paling tidak disukai mahluk halus. Biasanya tanaman bermuatan (-) ini tidaklah mencengkram terlalu kuat di tanah (bumi) dibandingkan dengan tanaman bermuatan (+)

Lain halnya dengan pohon yang memiliki muatan (+) seperti pohon asem, beringin, belimbing, kemuning, alas randu, dll maka phohon sejenis ini tentu akan menarik mahluk halus dan seringkali dijadikan tempat tinggal.

Hal ini dikarenakan ada gaya tarik menarik antara pohon (+) dan mahluk halus (-) sesuai hukum C Coulomb.



Terlepas dari berhasil atau tidaknya cara-cara di atas, semuanya pasti akan kembali bergantung pada Kekuasaan Tuhan Sang Pencipta.

Cara yang paling ampuh untuk menangkal segala hal buruk yang ada di sekeliling kita adalah tetap berserah dan mendekatkan diri kepada-Nya sembari mengharapkan perlindungan-Nya.

Sumber :
kaskus.us

Sebuah Kisah Inspiratif, Pengorbanan Seorang Ayah yang Bisu dan Tuli Kepada Anak Perempuannya

Posted by annas 0 comments
Sebuah kisah yang mungkin dapat sejenak mengingatkan kita akan besarnya cinta orang tua kepada anaknya, walaupun mungkin kita sebagai anak sering lupa dengan keadaan orang tua kita sekarang yang sejak dahulu telah mengorbankan segalanya, untuk membuat kita selalu tersenyum dan bahagia.

http://3.bp.blogspot.com/-zWHF-37FtyI/Tnhdi3e3d1I/AAAAAAAAAMM/_SywXzVJgxs/s1600/pengorbanan-ayah.jpg

Kisah inspiratif ini dibuat oleh sebuah perusahaan asuransi di Thailand. Berikut ini videonya, semoga bisa membuat kita selalu ingat dengan kedua orang tua yang selalu mencintai kita selamanya.



Sebuah Renungan Bagi Kita Semua

Aku mempunyai pasangan hidup...

Saat senang aku cari pasanganku

Saat sedih aku cari orang tua


Saat sukses aku ceritakan pada pasanganku

Saat gagal aku ceritakan pada bapak


Saat bahagia aku peluk erat pasanganku

Saat sedih aku peluk erat ibuku


Saat liburan aku bawa pasanganku

Saat aku sibuk, anak kuantar ke rumah bapak


Saat sambut valentine, selalu beri hadiah pada pasangan.

Saat sambut hari ibu, aku cuma ucapkan "Selamat Hari ibu"


Selalu aku ingat pasanganku

Selalu ibu yang ingat aku


Setiap saat aku akan telpon pasanganku

Kalau inget aku akan telpon orang tuaku


Selalu aku belikan hadiah untuk pasanganku

Entah kapan aku akan belikan hadiah untuk ibu


Renungkan :

"Kalau kau sudah habis belajar dan berkerja...

bolehkah kau kirim uang untuk orang tuamu?

Ibu tdk mnta banyak, lima puluh ribu sebulan pun cukuplah".

Berderai air mata jika kita mendengarnya . . .

Tapi kalau mereka sudah tiada . . .


Papa . .   Mama . .

Aku Rindu . . . . Sangat Rindu . . . . 


Sumber :
kaskus.us

Arsitektur Museum Unik Berbentuk Teratai yang Dapat Menampung Cahaya dan Air

Posted by annas 0 comments
Bangunan yang didirikan di kompleks Marina Bay Sands Casino & Resort yang terletak di Singapore ini, akan menjadi salah satu dari museum di dunia yang berfokus kepada perpaduan antara seni dan ilmu pengetahuan.

Bangunan megah ini kembali ditangani oleh arsitek kondang Moshie Safadie, yang terkenal atas karya karyanya yang ramah lingkungan,dan yang pasti menarik perhatian warga dunia.


Museum ini berbentuk seperti bunga teratai,yang dapat menampung air hujan dan cahaya matahari.

Museum ini memiliki 21 Galeri yang luasnya mencapai 4.800 Meter persegi yang akan menjadi ruang pameran berbagai barang seni dan tekhnologi.

Singapura akan menjadikan museum ini tidak saja hanya sebagai tujuan wisatawan,tapi juga sebagai pemicu kemajuan teknologi di masa depan.


Museum ini juga mengambil pendekatan back to nature, artinya segala sesuatu berasal dari alam.hal itu diterapkan pada tengah atap bangunan, yang nantinya akan bisa menampung air hujan.

Dan tujuan akhirnya adalah air itu nantinya akan melalui proses penyaringan dan kemudian akan digunakan untuk fasilitas toilet.

Sedangkan 10 bagian yang menyerupai kelopak bunga teratai masing masing memiliki jendela kaca yang berfungsi sebagai pengumpul cahaya untuk menerangi galeri bagian atas pada siang hari.


Hal ini akan sangat menghemat pemakaian energi.secara otomatis penerangan dengan aliran listrik tidak akan terpakai.

Sedangkan sistem pendingin ruangan menggunakan teknologi yang dinamakan Air Stratification yang saat ini banyak digunakan sebagai salah satu teknologi yang dapat meminimalisir penggunaan energi.

Sumber :
adipedia.com

Ribuan Nazca Misterius Ditemukan di Timur Tengah

Posted by annas Monday, September 19, 2011 0 comments
Garis Nazca Peru, geoglyph misterius, diukir di padang pasir berabad-abad silam oleh kelompok pribumi. Kini pola misterius serupa ditemukan di Timur Tengah.

Fotografi satelit dan udara mengungkap ‘roda’ batu misterius yang jauh lebih banyak dan tua dibanding garis Nazca di Suriah, Arab Saudi dan Yordania.


Struktur ini diperkirakan dari 2.000 tahun silam. Namun, pola ini tetap mengherankan para arkeolog dan sejarawan.

“Orang-orang mungkin telah melewatinya selama berabad-abad tanpa mengetahui apa itu sebenenarnya,” ujar profesor sejarah klasik dan kuno David Kennedy dari University of Western Australia.

Warga lokal di Arab Saudi, Yordania, Libya, Mesir dan Israel menyebutnya ‘karya orang tua’.

Pola semacam ini kerap ditemukan di lahan lava. Menurut Kennedy, pola ini muncul dalam banyak bentuk, termasuk ‘layang-layang’, hewan, garis acak dan persegi.

Tak satu pun pola ini diyakini sejajar bintang dan hal ini menambah misteri yang menyelimutinya. Pola ini pertama kali ditemukan pada 1927 oleh pilot RAF Lt Percy Maitland seperti ditulis Dailymail.












Sumber :
dailymail.com / inilah.com

Bumi adalah Jupiter yang Gagal

Posted by annas 0 comments
Planet-planet batuan, termasuk Bumi, sejatinya merupakan planet gas raksasa seperti Jupiter yang gagal terbentuk. Ini berdasarkan teori pembentukan planet terbaru yang diungkapkan oleh Sergei Nayakshin, astronom University of Leicester, seperti diberitakan Space.com.

Teori pembentukan planet yang umumnya dipercaya saat ini adalah akresi inti. Mulanya, ada piringan gas raksasa di sekitar bintang yang baru lahir.

http://assets.kompas.com/data/photo/2011/09/19/1720594620X310.jpg

Partikel debu pada piringan itu bergabung membentuk objek yang lebih besar disebut planetesimal yang kemudian membentuk struktur yang lebih besar.

Akibat proses itu, massa yang terbentuk pun lebih besar. Pada satu massa tertentu, disebut massa kritis, gravitasi akan menarik massa gas dari piringan yang terdapat di sekitar gumpalan tersebut.

Demikianlah, planet batuan kemudian terbentuk dari proses yang panjang dan rumit tersebut.

Teori baru yang diajukan Nayakshin disebut tidal downsizing. Berdasarkan teori ini, gumpalan gas pada awalnya terbentuk di zona yang jauh dari tempat planet umumnya ditemukan sejauh ini.

Dalam prosesnya, gumpalan gas mendingin dan menyusut menjadi planet yang masih tergolong massif, sekitar 10 kali ukuran Jupiter.

Selama penyusutan berlangsung, partikel debu yang terdapat dalam piringan gas bergabung menjadi lebih besar dan kemudian "jatuh" ke bagian tengah gumpalan gas, membentuk padatan yang solid di sana.

Di sinilah akhirnya terbentuk planet batuan primitif dengan pembungkus gumpalan gas di luarnya.

Peristiwa selanjutnya, piringan gas membawa planet primitif ini mendekati bintangnya. Gas pembungkus planet primitif ini kemudian "dimakan" oleh bintang induknya.

Bagian yang "selamat" hanya inti berwujud padat dan sebagian gas, terselamatkan karena massa jenisnya yang tergolong besar.

Proses perampasan gas pembungkus inilah yang kemudian membentuk planet Super Earth atau planet batuan seperti Bumi.

Dengan kata lain, Super Earth dan planet batuan pada dasarnya adalah planet gas yang tak memiliki kesempatan untuk tumbuh dewasa karena mekanisme di semesta serta "kejahatan" sang bintang.

Nayakshin menguraikan teori baru pembentukan planet ini di Monthly Notice jurnal Royal Astronomical Society yang terbit Agustus lalu.

Ia mengakui, sebagai sebuah teori baru, masih banyak kelemahan yang harus ditutupi dan masih harus diuji. Ia berharap para ilmuwan berkenan mengkaji lebih lanjut teori yang dipaparkannya.

Menanggapi teori Nayakhsin, Aaron Boley dari University of Florida yang melakukan penelitian tentang pembentukan planet gas raksasa mengatakan bahwa proses tidal disruption memungkinkan kehidupan berevolusi pada sistem bintang yang lebih bervariasi.

"Ini cara lain alam menciptakan planet," kata Boley. Makin banyak planet, makin besar potensi kehidupan.

Nayakhsin sendiri mengatakan, model akresi inti dan tidal disruption memiliki langkah-langkah fisik yang sama tetapi proporsinya berbeda.

"Dalam hal ini, model finalnya mungkin adalah gabungan," katanya. Ia juga menbambahkan bahwa planet batuan yang terbentuk pada proses tidal disruption mungkin berukuran "nol sampai 10 massa Bumi."

Sumber :
kompas.com

Alex, Seorang Bocah yang Dapat Kehilangan Nyawanya Hanya Karena Rumput atau Setitik Debu

Posted by annas 0 comments
Apa yang diinginkan Alex Hannard tak lebih dari bermain dengan teman-teman sebayanya di luar halaman rumah, namun karena menderita penyakit aneh, bocah ini tidak bisa melakukan hal tersebut karena sehelai rumput saja dapat merenggut hidupnya.


Alex tidak dapat bermain di luar rumah karena infeksi jamur atau bakteri dapat membahayakan nyawanya

Alex dari Hill Head, Hampshire, menderita gangguan kekebalan tubuh kronis atau Chronic Granulomatous Disease (GCD), yang menghentikan sel darah putihnya memerangi serangan bakteri dan infeksi jamur.

Akibatnya, bocah berusia sembilan tahun ini amat jarang meninggalkan rumahnya karena setitik debu atau sehelai rumput bisa membunuhnya, sebab ia dapat dengan mudah terkena infeksi jamur dan bakteri dari alam luar.

“Sulit bagi Alex untuk pergi ke luar dan melakukan hal-hal yang diinginkan anak seusianya.” tutur Louise ibunda Alex, yang terpaksa berhenti dari pekerjaannya sebagai perawat agar dapat merawat putranya tersebut.

Louise juga menambahkan bahwa akibat kelainan ini, Alex menghadapi masa-masa sulit dalam hidupnya, terutama saat ia pergi ke sekolah.


Alex didiagnosis dengan GCD pada tahun 2007 saat masih berusia lima tahun, oleh dokter di John Radcliffe Hospital, Oxford, Oxon.

Dimana para petugas medis sama sekali tidak tahu apa yang terjadi dengan Alex sampai ia dibawa ke ruang perawatan intensif, dan meminta orang tuanya yakni Louise dan David untuk mempersiapkan diri untuk menghadapi yang terburuk.

“Ia (Alex) dipindahkan kedalam perawatan intensif. Kami diberitahu ia bisa meninggal dan mendengar hal tersebut merupakan sesuatu yang memilukan hati kami.” jelas Louise.

Beruntungnya salah satu dokter mengetahui ini merupakan penyakit GCD dan mereka kemudian mempompa alex dengan steroid. Dan tiga hari kemudian ia bangun dan kembali sehat.

Alex, yang bercita-cita menjadi ilmuwan genetik untuk membantu orang lain dengan kondisi serupa dengannya, saat ini membutuhkan transplantasi sel darah putih sehingga ia dapat menjalani hidup normal.


“Saya ingin bergabung dengan teman-teman dan pergi berkemah tapi aku tidak bisa pergi ke tempat yang lembab, karena aku dapat terkena infeksi.” keluh Alex.

“Alex memiliki begitu banyak pembatasan pada hidupnya karena infeksi sederhana bisa saja mengancam nyawanya.” jelas Anthony Nolan Juru bicara Victoria Moffett, yang membantu Alex menemukan donor sel induk darah putih.

Sumber :
manadotoday.com

Pemandangan Menakjubkan, Ribuan Cacing Bercahaya Menerangi Gua di Selandia Baru

Posted by annas Sunday, September 18, 2011 0 comments

Pada pandangan pertama, tampaknya perahu pada gambar di bawah ini seperti berada di luar angkasa dan para penumpangnya sementara mengambang di antara bintang-bintang.

Namun foto-foto yang luar biasa ini sebenarnya diambil pada kedalaman 45 meter di bawah tanah, pada sebuah gua yang diterangi oleh cacing bercahaya.


Gua kapur yang di Waitomo, Selandia Baru, merupakan rumah bagi ratusan ribu cacing bercahaya, yang menerangi gua seperti bintang-bintang berwarna biru.

Gua yang diperkirakan berusia 30 juta tahun ini ditemukan pada tahun 1940-an, dan sebelumnya dianggap hanya sebagai legenda kaum Maori.

Namun sekarang para wisatawan dan pecinta alam dapat menjelajahi gua ini dengan perahu untuk mengagumi fenomena alam yang menakjubkan.

Wisatawan dibuat takjub saat melihat cacing bercahaya.

Gua ini adalah tempat perkembangbiakan yang sempurna untuk cacing bercahaya, yang hanya dapat bertahan hidup di tempat yang sangat gelap dan lembab, dimana cahaya mereka dapat dilihat.

Mereka juga membutuhkan langit-langit yang hampir horisontal, untuk menggantung jaring guna menangkap mangsa mereka, yakni lalat dan serangga kecil lainnya.

Menurut legenda Maori, Danau Te Anau, di dalam gua itu diciptakan oleh seorang istri yang tidak setia. Dimana Te Horo, kepala suku Maori, menemukan sebuah mata air suci di daerah itu dan mengatakan kepada istrinya, dan menyuruhnya bersumpah untuk merahasiakannya.

Namun, ketika Te Horo melakukan sebuah perjalanan, istrinya membawa kekasihnya ke mata air tersebut. Begitu wajah sang isteri tercermin pada air, mata air itu pun meledak, menenggelamkan desa dan membentuk Danau Te Anau.

Dan gua Te Anau serta Cacing bercahayanya hilang dalam legenda sampai seorang penjelajah asal Selandia Baru, Lawson Burrows, menemukan gua tersebut pada tahun 1948.


“Itu adalah pemandangan yang fantastis, seperti sebuah cerita fiksi, dan sebuah tempat yang aneh tapi sama sekali tidak menakutkan.” tutur Burrows.

Sumber :
manadotoday.com